Jerry Sambuaga: Budaya ucapan syukur , bentuk kebersamaan antar masyarakat


AMURANG (BK): Tokoh pemuda Sulawesi Utara, Jerry Sambuaga mengatakan, budaya pengucapan syukur harus dimaknai sebagai bentuk kebersamaan antarmasyarakat, pejabat ataupun siapa saja.
 
“Budaya ucapan syukur ini harus kita maknai untuk menjaga kebersamaan, Untuk pertahankan budaya adat Minahasa. Saya rasakan begitu semaraknya pengucapan di Kabupaten Minahasa Selatan," jelas putra politisi senior Theo L. Sambuaga kepada beritakawanua.com, di sela-sela menghadiri pengucapan syukur Kabupaten Minsel, Minggu (14/7/2013).
 
Oleh karena itu, sambung dia, sebagai genarasi muda mesti meneruskan kebersamaan, persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. "Karena, kebersamaan, persatuan dan kesatuan sesama warga sangat mahal harganya," ungkap fungsionaris DPP Partai Golkar itu.
 
Pada kesempatan tersebut, Jerry Sambuaga menghadiri ucapan syukur di GMIM Kalvari Munte, Kabupaten Minahasa Selatan. Ibadah yang dipimpin Pnt. Henri Memah SH, dalam khotbahnya mengatakan sebagai manusia haruslah mengucap syukur terhadap Tuhan, atas pemberianNya.
 
"Terhadap kita manusia, janganlah kita membatasi persembahan kita untuk Tuhan, karena Tuhan akan membalas itu berjuta – juta kali lipat,” ungkap Memah.
 
Ibadah itu dihadiri Theo L. Sambuaga, tokoh masyarakat antara lain, Herry Kereh, Pdt. Joy Palilingan (mantan pendeta di Jemaat GMIM Kalvari Munte), dan Camat Tumpaan Albert Tumbel, S.I.P.
 
Selengkapnya : http://beritakawanua.com/berita/minsel/jerry-sambuaga-budaya-ucapan-syukur-bentuk-kebersamaan-antarmasyarakat#sthash.kf8Vmpie.83XvoTul.dpuf